News

Femina Group dan The Woolmark Company Gelar Workshop Tentang Wool

Wednesday, 9 Sep 2015

by JFW

Memasuki tahun kedelapan penyelenggaraannya, Jakarta Fashion Week mencoba melebarkan sayap kolaborasi. Setelah dua tahun bekerjasama dengan Australia-Indonesia Center yang berhasil memboyong dua desainer lokal Patrick Owen dan Peggy Hartanto ke ajang Melbourne Fashion Festival, kini Jakarta Fashion Week memperluas jaringan mode internasional melalui partnership dengan The Woolmark Company.

Dalam rangka memperkenalkan bentuk kerjasama tersebut, Femina Group dan The Woolmark Company beserta Australia-Indonesia Center mengadakan workshop dan seminar bertajuk Naturally Inspiring Wool, Senin, 31 Agustus 2015, di Ballroom Grand Hyatt Hotel, Jakarta.

Workshop ini menghadirkan narasumber Rob Langtry, Chief Strategy/Marketing dari Woolmark International, Raj Bahl dan Julie Davies sebagai perwakilan dari The Woolmark Company, dan Michelle Tjokrosaputro dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), serta Cindy Gozali, Vice Chairman Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia (APGAI). Pakar-pakar ini kemudian bergantian memberikan informasi tentang perkembangan industri fashion, tekstil, dan garmen, serta peran material wol sebagai bahan dasar luxury wear kelas dunia.

“Australia dan Indonesia telah bekerja sama dalam berbagai bidang dalam waktu yang lama, termasuk diantaranya dalam industri mode,” ujar Justin Lee, Deputy Head of Mission dari Kedutaan Besar Australia. “Indonesia memiliki komunitas mode yang sangat berdedikasi, dengan standar produksi tinggi. Kehadiran wol Australia akan menjawab permintaan publik yang tidak puas dengan maraknya produk fast fashion berkualitas rendah,” tambahnya. Dihadiri oleh berbagai pelaku industri fashion, desainer-desainer muda Indonesia seperti Toton Januar, Eridani, dan Vinora Ng pun ikut berpartisipasi dalam workshop ini. Tak ketinggalan pula desainer senior seperti Carmanita dan Merdi Sihombing juga hadir di acara ini.

The Woolmark Company merupakan bagian dari Australian Wool Innovation, lembaga nirlaba yang menaungi 25 ribu peternak wol, dan sudah cukup lama bekerja untuk menciptakan inovasi dalam penggunaan kain wol, terutama untuk memenuhi kebutuhan di negara-negara tropis seperti Indonesia. Pada Wool Workshop ini, pelaku mode Indonesia berkesempatan untuk melihat produk-produk fashion yang dibuat dengan Wool Merino Australia secara langsung.